Kota Ambon — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mematangkan persiapan penataan dekorasi kota dalam rangka menyambut rangkaian hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan, yakni Tahun Baru Imlek serta bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri. Penataan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga suasana perayaan yang harmonis sekaligus menegaskan Ambon sebagai kota dengan tingkat toleransi yang kuat.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Ambon, Josi Aulele, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah memasuki tahap finalisasi perencanaan pemasangan ornamen Lebaran. Berdasarkan perhitungan kalender Islam, awal puasa diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026, sehingga persiapan teknis terus dipercepat agar dekorasi dapat terpasang tepat waktu.
Menurut Aulele, pemasangan dekorasi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan wujud nyata penghargaan terhadap keberagaman masyarakat Ambon. Setiap momentum hari besar keagamaan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat semangat hidup rukun antarumat beragama.
Ia menambahkan, kedekatan waktu antara perayaan Imlek dan Ramadan menjadi tantangan tersendiri dalam penataan kota tahun ini. Untuk itu, Pemkot Ambon menerapkan strategi pemasangan dekorasi secara bertahap. Saat ini, nuansa Imlek telah menghiasi sejumlah titik strategis, seperti kawasan Taman Pattimura dan pusat aktivitas warga. Setelah rangkaian perayaan Imlek selesai, dekorasi tersebut akan disesuaikan dengan ornamen bernuansa Lebaran.
Beberapa lokasi prioritas pemasangan aksesoris Lebaran meliputi sepanjang Jalan A.Y. Patty, kawasan Pasar Mardika, serta ruas jalan utama di pusat kota. Penataan tersebut diharapkan mampu mempercantik wajah kota sekaligus menghadirkan suasana perayaan yang terasa bagi masyarakat dan pengunjung.
Selain agenda dekorasi, Pemkot Ambon juga memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas fasilitas publik, khususnya kebersihan sanitasi di lingkungan Balai Kota. Program pembersihan toilet dan kamar mandi perkantoran sedang berlangsung dan telah menjangkau Gedung C, sebelum dilanjutkan ke gedung lainnya.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan fasilitas umum tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan, baik oleh masyarakat yang berkunjung maupun aparatur sipil negara yang beraktivitas di lingkungan pemerintahan.
Melalui penataan dekorasi dan pembenahan fasilitas publik tersebut, Pemkot Ambon berharap suasana kota selama rangkaian hari besar keagamaan dapat berlangsung meriah, tertib, dan kondusif, sekaligus semakin memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan,pungkasnya
