Namlea,– Suara Manise.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali melakukan proses grading terhadap 3.500 anakan ikan nila di kolam bioflok, Sabtu (7/2). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan program budidaya perikanan yang dikelola warga binaan melalui kelompok budidaya ikan (pokdakan) Warna 86.
Ketua pokdakan Warna 86, Ruslan, menjelaskan bahwa grading merupakan proses pemisahan anakan ikan ke kolam tersendiri untuk memastikan pertumbuhan yang merata sekaligus menekan risiko kanibalisme.
“Kami mencegah ikan yang lebih besar memangsa ikan yang lebih kecil. Dengan pemisahan kolam, populasi anakan bisa meningkat dan pertumbuhannya lebih optimal,” jelas Ruslan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menegaskan bahwa grading merupakan metode krusial dalam budidaya ikan nila dan harus dilakukan secara rutin guna menjaga kelangsungan hidup ikan di setiap kolam bioflok.
“Kami memastikan budidaya berjalan berkesinambungan dengan pengelolaan kolam yang baik, sehingga tingkat kelangsungan hidup ikan tetap terjaga,” ujarnya.
Saat ini, total populasi ikan nila di Lapas Namlea mencapai sekitar 4.500 ekor, meningkat dibandingkan grading sebelumnya. Jumlah tersebut terdiri atas 140 ekor nila dewasa, 200 ekor nila sakti, dan sekitar 3.700 anakan nila. Populasi ini diproyeksikan terus bertambah seiring pengelolaan budidaya yang berkelanjutan.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, berharap program budidaya ikan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Selain menjadi sarana pelatihan keterampilan, sektor perikanan dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar.
“Kami berkomitmen menjaga sektor perikanan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Potensinya besar dalam mendukung ketahanan pangan, ekonomi biru, serta pemberdayaan warga binaan,” tuturnya.
