Realisasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Maluku mengalami deflasi pada bulan Oktober

2025. Berdasarkan data BPS, Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,05% (mtm), meningkat

dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,29% (mtm). Secara spasial, deflasi

bersumber dari seluruh kota IHK, yaitu Kota Tual, Kota Ambon, dan Kab. Maluku Tengah, yang masing-masing

mengalami deflasi sebesar 0,48% (mtm), 0,05% (mtm), dan 0,01% (mtm). Secara tahunan, realisasi inflasi

Maluku tercatat sebesar 2,30% (yoy), berada dalam rentang dalam Rentang Sasaran 2,5±1%. Realisasi ini

tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,01% (yoy), dan lebih rendah dibandingkan

tingkat inflasi Nasional yang mengalami inflasi sebesar 2,86% (yoy).

Capaian deflasi bulan ini terutama disebabkan oleh deflasi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan

Tembakau, dengan andil deflasi (mtm) sebesar 0,20%. Penurunan harga utamanya terjadi pada komoditas

hortikultura, antara lain tomat, bawang merah, kangkung, dan cabai rawit dengan andil deflasi (mtm) masing-

masing sebesar 0,24%, 0,15%, 0,08%, dan 0,05%. Kondisi ini dipengaruhi oleh berlangsungnya periode panen

beberapa komoditas hortikultura di Kab. Maluku Tengah, Kota Ambon, Kab. Buru, dan Kab. Seram Bagian Barat

serta terjaganya pasokan dari luar daerah. Namun demikian, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi

pada komoditas ikan tangkap antara lain ikan cakalang, ikan tongkol, ikan layang, dan ikan selar dengan andil

inflasi (mtm) masing-masing sebesar 0,14%, 0,12%, 0,12%, dan 0,10%. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi

oleh low base effect dari realisasi deflasi pada bulan sebelumnya, sejalan dengan pola penurunan tinggi

gelombang dan curah hujan di wilayah Maluku yang umumnya dimulai pada bulan September hingga akhir

tahun.

Kedepan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya mengoptimalkan berbagai

program pengendalian inflasi utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan hingga Oktober 2025 dalam rangka upaya menjaga kestabilan

harga antara lain adalah peningkatan frekuensi Kegiatan Gerakan Pangan Murah, serta fasilitasi distribusi

transportasi untuk penyaluran SPHP ke Pulau Haruku, Maluku Tengah. Selanjutnya, Perum Bulog Kanwil

Maluku dan Maluku Utara juga tengah membangun kerjasama penyediaan Gudang Transit dengan Kab.

Kepulauan Aru. Selain itu, pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting juga terus

dilakukan termasuk pemantauan stok ikan secara berkala di Unit Pengolahan Ikan. Adapun pada bulan

November 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama Pemerintah Provinsi Maluku

akan melaksanakan kegiatan panen digital farming komoditas bawang merah dan aneka cabai di Kab. Maluku

Tengah sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan penerapan teknologi pertanian digital di

Provinsi Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *