Wahai – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggandeng Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-05 Wahai menggelar sidak gabungan di blok hunian Warga Binaan, Minggu (9/2). Langkah kolaboratif ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan lingkungan Lapas bersih dari barang terlarang.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan keterlibatan personel Koramil merupakan bentuk sinergi berkelanjutan antar Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Pemasyarakatan.
“Kehadiran rekan-rekan dari Koramil Wahai menambah kekuatan personel dan dukungan mental bagi kami. Kami ingin memastikan Ramadan tahun ini menjadi momentum pertobatan yang damai bagi Warga Binaan, tanpa adanya gangguan dari barang-barang ilegal,” ungkapnya.
Sidak yang dimulai pukul 20.30 WIT tersebut menyasar seluruh kamar hunian tanpa terkecuali. Personel TNI bersama petugas Pemasyarakatan melakukan penggeledahan badan dan penyisiran area blok hunian dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Selain menyasar narkotika dan ponsel, petugas juga memeriksa kemungkinan adanya instalasi listrik ilegal di dalam blok dan kamar hunian guna mencegah risiko kebakaran. Hasil sidak memastikan Lapas dalam kondisi aman dari narkotika dan ponsel. Namun, petugas mengamankan sejumlah benda tajam terlarang berupa satu silet dan satu potongan kaca. Seluruh barang temuan didata, disita, dan akan dimusnahkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan.
Perwakilan Koramil Wahai, Sersan Kepala (Serka) Hamim Baadia, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas kewilayahan dalam menjaga kondusivitas di objek vital nasional, termasuk Lapas.
“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan nyata terhadap tugas kewilayahan. Kami bersyukur tidak ditemukan barang terlarang maupun instalasi listrik berbahaya. Ini menunjukkan koordinasi yang baik demi menjaga stabilitas keamanan di objek vital seperti Lapas, terutama menjelang Ramadan,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi sinergi antara Lapas Wahai dan Koramil sebagai wujud hubungan harmonis antarinstansi.
“Kerja sama ini membuktikan bahwa kita tidak bekerja sendiri. Sinergi harus terus diperkuat untuk memastikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Maluku tetap aman, tertib, dan terkendali, sehingga Warga Binaan dapat menjalani pembinaan secara optimal,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan kesiapsiagaan jajaran Lapas Wahai dalam mengantisipasi gangguan kamtib sejak dini. Dengan kondisi yang aman dan kondusif, Lapas Wahai siap menyelenggarakan program pembinaan Ramadan 2026 secara damai, tertib, dan penuh khidmat bagi seluruh penghuninya.
