0-0x0-0-0#

AMBON  – Dalam perayaan Natal keluarga besar Jaringan Doa Sekota Ambon yang digelar di rumah gereja suara penebusan ,Selasa (16/12/2025) sekertaris kota Ambon (Sekot) Robby Sapulette menekankan peran krusial jaringan doa sebagai kekuatan “tidak terlihat” yang mendukung pembangunan kota ambon

Acara dihadiri oleh ketua jaringan doa regional Maluku dan Maluku Utara, para pendeta, pimpinan jaringan doa se-Kota Ambon, serta seluruh fasilitator.

Sapulette yang mewakili walikota Ambon Bodewin Wattimena mengucapkan salam persekutuan dan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melindungi semua hadirin bisa berkumpul dalam acara tersebut. “Pemerintah kota merasa penting hadir di tengah pergumulan, karena jaringan doa ini adalah aset berharga yang harus mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

Setelah memimpin selama 1 tahun 10 bulan, Walikota menyampaikan bahwa masih ada sekitar 4 tahun 2 bulan lagi untuk menyelesaikan berbagai agenda pembangunan – mulai dari infrastruktur hingga pengembangan wilayah. “Kami tidak bisa bekerja sendirian; dukungan dan partisipasi seluruh warga Kota Ambon sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan pembangunan,” tegasnya.

Meskipun banyak pekerjaan “lahirah sudah diselesaikan dalam waktu yang singkat (“seumur jagung”),sapulette juga menyoroti kekuatan “iman” yang lebih besar: misbah doa. “Setiap hari Minggu dan setiap ibadah, para hamba Tuhan berdoa bagi kota ini – itu adalah kekuatan yang tidak bisa dibendung, yang membantu pemerintah membangun Ambon ke depan,” katanya.

Sapulette juga mengingatkan pengalaman pahit 25 tahun yang lalu, ketika Ambon menjadi barometer ketegangan di wilayah Maluku. “Kita berdoa agar damai dan sejahtera Allah selalu meliputi kota ini, sehingga anak-anak bisa bersekolah dengan tenang, orang tua bisa bekerja dengan nyaman, dan semua warga bisa menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ketakutan,” jelasnya.

Pada akhir sambutannya,Sapulette sampaikan dua pesan penting bagi umat percaya: pertama, doa adalah kepastian – Tuhan akan mempersiapkan waktu untuk menjawab setiap doa yang diajukan dengan yakin. Kedua, mengutip ayat Yeremia 29:7: “Usahakanlah kesejahteraan kota di mana kamu dibuang, dan berdoalah untuknya kepada TUHAN, karena dalam kesejahteraannya kamu juga akan mendapat kesejahteraan.”

Acara juga diperkaya dengan pemberian firman Tuhan oleh Pendeta Robert, yang menyampaikan pesan semangat dan harapan bagi seluruh keturunan yang hadir. Seluruh hadirin juga menikmati keindahan lampu dekorasi Natal yang menyinari sekitar rumah gereja, menjadi simbol harapan dan kebahagiaan dalam perayaan.”Pungkasnya,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *