Wahai — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat layanan kesehatan bagi Warga Binaan melalui program Perawatan Keliling (Perling) dengan sistem jemput bola langsung ke blok hunian, Kamis (5/2). Langkah ini menjadi strategi preventif untuk memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan terpantau secara rutin.
Program Perling menghadirkan layanan kesehatan langsung di lingkungan hunian, memungkinkan deteksi dini penyakit sekaligus penanganan cepat bagi Warga Binaan yang membutuhkan perawatan medis. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari komitmen pemenuhan hak dasar kesehatan di dalam Lapas.
Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menegaskan bahwa Perling dirancang agar seluruh Warga Binaan mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata. “Kami turun langsung ke blok hunian untuk memeriksa kondisi kesehatan, memberikan penanganan awal, dan memantau perkembangan setelah perawatan. Dengan cara ini, kami bisa merespons keluhan lebih cepat,” ujarnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para Warga Binaan. Salah satunya LR yang mengaku kondisi kesehatannya membaik setelah mendapat pemeriksaan dan pengobatan. “Saya sempat pusing dan penglihatan kabur. Setelah diperiksa dan diberi obat, ditambah kunjungan Perling ke blok, keluhan saya hilang. Saya berterima kasih atas perhatian petugas kesehatan,” katanya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian integral dari proses pembinaan. Menurutnya, program Perling mencerminkan pendekatan pembinaan yang humanis. “Kami memastikan setiap Warga Binaan memperoleh pelayanan yang layak. Perling adalah bentuk tanggung jawab kami menghadirkan layanan kesehatan yang bermartabat,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai inovasi Lapas Wahai sebagai implementasi nyata pelayanan PRIMA serta langkah strategis dalam deteksi dini penyakit.
“Pendekatan proaktif ini penting untuk menjamin hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi secara manusiawi,” ungkapnya.
Konsistensi pelaksanaan Perling diharapkan mampu memperkuat pembinaan berbasis kemanusiaan di Lapas Wahai, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan amanah.
Kalau mau, saya bisa buatkan juga versi lebih investigatif, lebih humanis, atau lebih formal untuk rilis instansi sesuai kebutuhan media kamu.
