AMBON,Mahasiswa sosiologi agama Pascasarjana UIN AMSA Ambon gencar melakukan sosialisasi tentang dampak bahaya Bullying dan Hoax serta upaya pencegahan, di sekolah SMA Negeri 10 Maluku Tengah, Negeri Lima, Selasa tanggal 04 November 2025

Kegiatan tersebut didampingi ketua jurusan sosiologi agama Dr.NURSAID,M.Ag dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. SRI RATNA DEWI LAMPONG, M.A, dengan Tema” #NoHate #NoHoax Remaja Positif, Media Sosial Sehat

Diketahui, pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat respon baik dari kepala sekolah SMA 10 Maluku Tengah, Bpk. RUSLAN HEHALATU, S. Pd. Bahwa kami dari pihak sekolah menyambut baik, merupakan kehormatan dan sangat berarti dengan kedatangan mahasiswa sosiologi UIN AMSA Ambon, karena masalah bullying dan hoax tidak perna hilang dalam kehidupan terutama dalam dunia pendidikan, dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat berubah sifat dan tingkah laku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, sebagaimana kegiatan ini dapat mendukung proses belajar yang baik dilingkungan sekolah,

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan pemateri dari Mahasiswa sosiologi agama UIN AMSA Ambon antara lain:

Materi 1: Stop Bullying – yang dibawakan oleh PAULINA DINA KARATEM

Materi 2 : No Hoax Zone – oleh FITROTUSSALAMAH

Materi 3 : Remaja Positif, Bangun Media Sosial Sehat dan Produktif – WA SEHAT

Dalam pemaparannya, tentang pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang sehat, lingkungan dengan asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam proses belajar mengajar di bangku sekolah,

Dalam pemaparannya Perlu Materi Stop Bullying tentang menekankan pentingnya empati dan sikap saling menghargai agar lingkungan sekolah maupun dunia maya bebas dari perundungan.

Dalam pemberian Materi Anti Hoaks, memberikan pengetahuan tentang dibekali kemampuan literasi digital agar mampu menyaring informasi sebelum membagikannya serta memahami dampak penyebaran berita palsu.

dan dalam penyampaian Materi tentang Remaja Positif, peserta diajak untuk menggunakan media sosial secara positif dan tidak mudah terpancing oleh ujaran kebencian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *