Ambon — Proses pembentukan PIKI Maluku telah dilakukan beberapa kali, namun mengalami kesulitan dalam komunikasi dan koordinasi antara DPP dan DPD.
Kendala utama adalah kurangnya komunikasi dan koordinasi antara DPP dan DPD, serta kurangnya semangat dan partisipasi dari anggota.
Solusi yang ditawarkan adalah melakukan pendekatan persuasif dan memunculkan kembali semangat anggota untuk berpartisipasi dalam kegiatan PIKI Maluku.
Harapan adalah agar PIKI Maluku dapat menjadi organisasi yang kuat dan berperan dalam pembangunan masyarakat Maluku.
PIKI Maluku memiliki sejarah yang panjang dan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan masyarakat Maluku.
Tujuan adalah untuk memulihkan dan memperkuat PIKI Maluku sebagai organisasi yang berperan dalam pembangunan masyarakat Maluku.
Terima kasih atas perhatian dan partisipasi dalam kegiatan PIKI Maluku.
Di tambahkan bahwa ada beberapa poin penting yang dapat diambil dari pernyataan tersebut:
Di antaranya’Komunikasi dan koordinasi yang efektif sangat penting dalam membangun organisasi.
Semangat dan partisipasi anggota sangat diperlukan dalam mencapai tujuan organisasi.
PIKI Maluku memiliki sejarah yang panjang dan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan masyarakat Maluku.
Pendekatan persuasif dapat digunakan untuk memunculkan kembali semangat anggota.
Semoga informasi ini dapat membantu.”Hal ini disampaikan ketua umum DPP PIKI Dr Badikenita Br.Sitepu.SE.SH.MSI pada awak media disela acara persiapan konferda dan pelantikan persatuan intelejensi kristen Indonesia (PIKI)DPD PIKI Maluku masa Bhakti 2025-2030.yang bertempat di aula UNPATTI, Kamis (06/11/2025)
