Saparua – Kepolisian Sektor Saparua mengambil langkah cepat menindaklanjuti viralnya video perkelahian satu lawan satu antar pelajar yang beredar di media sosial. Pada Jumat malam, 21 November 2025, Polsek Saparua menggelar proses mediasi dan pembinaan terhadap para pelajar yang terlibat, didampingi orang tua masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung di ruang SPKT Polsek Saparua pada pukul 19.10 WIT itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Saparua, AKP S. J. Leimena. Kehadiran sejumlah unsur pemerintah negeri serta aparat keamanan turut memberi dukungan terhadap proses pembinaan tersebut. Hadir dalam kegiatan itu antara lain Penjabat Negeri Porto Eduard Nanlohy, S.Pd, Ketua Saniri Negeri Porto J. Tetelepta, serta para Bhabinkamtibmas dari Negeri Haria, Porto, dan Saparua.
Sebelumnya, sekitar pukul 16.08 WIT, Kapolsek Saparua mendapat laporan beredar tiga video perkelahian individu antar pelajar. Ia kemudian memerintahkan personel Polsek untuk segera mengidentifikasi para pelaku dalam video serta memanggil para pelajar dan orang tua ke Mapolsek Saparua untuk dilakukan mediasi.
Sekitar pukul 16.40 WIT, petugas mulai mendatangi kediaman para pelajar dan berhasil memastikan identitas enam pelajar yang terlibat. Setelah dilakukan pengumpulan bahan keterangan pada pukul 17.45 WIT, diketahui bahwa aksi perkelahian tersebut terjadi tanpa adanya masalah pribadi, namun didorong oleh ajakan sesama pelajar untuk berkelahi satu lawan satu secara spontan.
Dalam sesi pembinaan sekitar pukul 19.00 WIT, Kapolsek Saparua menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak, sekaligus meminta para pelajar tidak lagi mengulangi tindakan yang sama.
“Para pelajar harus mampu menolak ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan. Kepada orang tua, kami harapkan lebih tegas serta meluangkan waktu untuk mengawasi dan mendidik anak-anak,” tegas Kapolsek dalam arahannya.
Pada pukul 19.50 WIT, seluruh pihak sepakat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Sebagai bentuk komitmen, keenam pelajar bersama orang tua menandatangani surat pernyataan bersama.
Kegiatan berakhir pada pukul 20.05 WIT dalam situasi aman dan tertib. Para pelajar kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing usai menerima pembinaan.
