Namlea,– Suara Manise
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea memperketat pengamanan dengan menggelar razia gabungan dan tes urin bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri, Kamis (12/2). Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif sehingga warga binaan dapat menjalani ibadah puasa dengan aman dan nyaman.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIT tersebut dipimpin Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Heriyanto. Razia melibatkan personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Jikumerasa, petugas regu pengamanan, serta staf kamtib dengan sasaran utama blok hunian warga binaan.
Heriyanto menjelaskan, penguatan pengamanan menjelang Ramadhan merupakan bagian dari langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan di dalam lapas. Menurutnya, stabilitas situasi menjadi faktor penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.
“Menjelang Ramadhan, kami ingin memastikan seluruh kondisi lapas tetap aman. Razia dan tes urin ini merupakan upaya pencegahan agar warga binaan bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang. Kami juga menggandeng aparat setempat sebagai bentuk sinergi pengamanan,” ujar Heriyanto.
Ia menambahkan, koordinasi dengan aparat TNI dan Polri telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari kegiatan rutin pengawasan. Keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dinilai penting karena wilayah tugas mereka mencakup area sekitar lapas.
Dalam razia tersebut, petugas gabungan mengamankan sejumlah barang terlarang milik warga binaan, di antaranya sendok logam, alat cukur, korek api, paku, silet, kawat, tali, botol kaca, dan ikat pinggang. Barang-barang tersebut langsung diamankan untuk mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat mengganggu keamanan.
Selain razia, petugas juga melakukan tes urin terhadap sampel dari petugas dan warga binaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang bulan Ramadhan. Ia menekankan bahwa keamanan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.
“Keamanan harus menjadi prioritas utama. Tanpa situasi yang stabil, proses pembinaan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, kegiatan pengawasan seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin,” tegas Marasabessy.
Melalui razia gabungan dan tes urin ini, Lapas Namlea berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mendukung warga binaan dalam menjalani pembinaan dan ibadah selama bulan Ramadhan.
