Wahai — Menyambut bulan suci Ramadan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai meningkatkan pengawasan keamanan sekaligus memastikan kelancaran hak komunikasi Warga Binaan melalui inspeksi mendadak (sidak) di area Warung Telekomunikasi Khusus (Wartelsus), Selasa (10/2/2026).
Sidak yang dipimpin Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Usman Bakri, bersama jajaran petugas pengamanan difokuskan pada pemeriksaan menyeluruh fasilitas komunikasi resmi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi lonjakan kebutuhan komunikasi Warga Binaan dengan keluarga selama Ramadan, sekaligus deteksi dini terhadap potensi peredaran handphone ilegal.
“Deteksi dini menjadi prioritas kami. Dengan memastikan area steril dari handphone ilegal dan mengoptimalkan fungsi Wartelsus, kami menutup potensi gangguan kamtib. Di sisi lain, kami tetap menjamin hak Warga Binaan untuk bersilaturahmi melalui jalur komunikasi resmi,” tegas Usman.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan teknis pada seluruh unit perangkat telepon, termasuk pengujian fungsi dan pengawasan terhadap kemungkinan penyalahgunaan jaringan komunikasi. Hasil sidak menunjukkan seluruh fasilitas Wartelsus dalam kondisi aman dan beroperasi sesuai standar operasional prosedur. Tidak ditemukan perangkat ilegal maupun indikasi pelanggaran.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa penguatan pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga keseimbangan antara keamanan dan pelayanan.
“Optimalisasi Wartelsus adalah bentuk pelayanan kami agar Warga Binaan dapat tetap berkomunikasi dengan keluarga secara legal dan terpantau, khususnya menjelang Ramadan. Kami ingin memastikan komunikasi berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas keamanan,” ujarnya.
Tersih menambahkan, langkah preventif tersebut juga sejalan dengan upaya pemberantasan peredaran narkoba sebagaimana tertuang dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Dukungan terhadap langkah tersebut datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia mengapresiasi upaya deteksi dini yang dilakukan jajaran Lapas Wahai dalam mengoptimalkan layanan komunikasi resmi.
“Penguatan pengawasan seperti ini penting untuk meminimalisir potensi pelanggaran keamanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi Warga Binaan dalam berkomunikasi dengan keluarga,” kata Ricky.
Melalui pengawasan intensif dan optimalisasi layanan Wartelsus, Lapas Wahai berkomitmen menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan kondusif, sembari tetap menjaga hak Warga Binaan untuk mempertahankan hubungan sosial dan emosional dengan keluarga di luar lembaga pemasyarakatan.
