Yogyakarta, Metro Reportase – 11 Desember 2025
BPJS Kesehatan memperkuat integritas Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menggelar The First Indonesian Healthcare Anti-Fraud Forum (INAHAFF) Conference 2025, yang diperkuat kolaborasi dengan enam negara yaitu Mesir, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Yunani.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyatakan, pengawasan JKN terus ditingkatkan melalui transformasi digital, big data, dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi anomali sejak dini. “Pengawasan komprehensif harus menjadi gerakan nasional agar sistem JKN tetap aman dan terpercaya,” ujarnya.

Selain kerja sama internasional, BPJS juga bermitra dengan Kementerian Kesehatan, KPK, Polri, dan lembaga lainnya. Sistem whistleblowing juga diperkuat agar masyarakat dan tenaga kesehatan dapat melaporkan potensi kecurangan secara aman.

Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga Mundiharno menjelaskan, BPJS telah menerapkan sistem anti-kecurangan yang meliputi kebijakan teknis, unit khusus, tim dari pusat hingga cabang, KPI anti-fraud, serta modul pelatihan untuk verifikator bersertifikat BNSP. “Strategi kita harus mengikuti perkembangan global untuk menghadapi tantangan fraud yang semakin kompleks,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan, kecurangan harus diberantas di semua tingkatan agar iuran peserta dan pemerintah kembali berupa pelayanan berkualitas.

Dalam acara tersebut, BPJS juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan enam negara mitra, yang mencakup pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi, dan penguatan manajemen anti-kecurangan.

INAHAFF 2025 juga memberikan penghargaan kepada individu, tim, dan pemerintah daerah/provinsi yang berkontribusi dalam memperkuat budaya anti-kecurangan, antara lain Prof. Dr. dr. Hikmat Permana sebagai Tokoh Inspiratif Terbaik, Kota Medan sebagai Tim PK JKN Terbaik Kabupaten/Kota, dan Provinsi Bali sebagai Pemerintah Provinsi dengan Komitmen Terbaik.
BPJS Kesehatan, JKN, Anti-Kecurangan, INAHAFF 2025, Kerjasama Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *