Ambon —  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui kegiatan mental dan spiritual. Upaya tersebut diwujudkan lewat pelaksanaan Ibadah Minggu yang berlangsung khidmat di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Minggu (8/2), yang diikuti Warga Binaan dan petugas beragama Kristen.

Ibadah dipimpin Pdt. Bella Lawalata dengan pembacaan Firman Tuhan dari Efesus 1:3–14 bertema “Kekayaan Orang-Orang yang Terpilih.” Suasana ibadah terasa hangat dan penuh pengharapan, mencerminkan semangat pertobatan serta pembaruan hidup bagi setiap Warga Binaan yang hadir.

Dalam khotbahnya, Pdt. Bella Lawalata menegaskan bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus adalah pribadi yang dipilih dan diberkati Tuhan. “Kekayaan yang dimaksud bukanlah semata harta duniawi, melainkan berkat rohani berupa kasih karunia, pengampunan dosa, hikmat, serta janji keselamatan,” ungkapnya.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi pelaksanaan ibadah sebagai bagian penting dari program pembinaan.

“Ibadah seperti ini menjadi sarana pembentukan karakter dan penguatan iman bagi Warga Binaan. Kami berharap melalui pembinaan mental spiritual, mereka dapat mengalami perubahan hidup yang positif dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam proses Pemasyarakatan.

“Kegiatan ibadah rutin memberikan ketenangan batin, menumbuhkan harapan, serta membantu Warga Binaan menjalani masa pembinaan dengan sikap lebih optimis. Kami berkomitmen terus menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual dan moral,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

“Pembinaan spiritual memiliki peran strategis dalam membentuk integritas dan kesadaran diri Warga Binaan. Kami mendorong seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang menumbuhkan nilai-nilai keimanan, sehingga tujuan Pemasyarakatan untuk membina dan mengembalikan mereka sebagai anggota masyarakat yang produktif dapat tercapai,” tuturnya.

Melalui kegiatan ibadah ini, Lapas Wahai berharap setiap Warga Binaan dapat merasakan kasih Tuhan yang memulihkan, menemukan makna hidup baru, serta mempersiapkan diri menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *