Wahai — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mulai memanaskan persiapan menuju target Zona Integritas (ZI) 2026 dengan menggelar asesmen dan seleksi ketat pembentukan Tim Pembangunan ZI, Kamis (5/2). Langkah ini menjadi strategi awal untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus mendorong pelayanan publik berbasis prinsip Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA).
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan asesmen bukan sekadar agenda administratif, melainkan komitmen nyata seluruh jajaran dalam menerapkan tata nilai PRIMA di lingkungan kerja.
“Ini bukan formalitas. Asesmen ini adalah wujud tanggung jawab moral dan profesional kami untuk menghadirkan pelayanan PRIMA bagi Warga Binaan dan masyarakat,” tegas Tersih.
Ia menjelaskan, tim yang terbentuk nantinya akan difokuskan pada perbaikan layanan berbasis data, peningkatan transparansi, serta pencapaian target kinerja yang terukur. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem pelayanan publik yang efektif dan akuntabel.
Proses asesmen mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas petugas dalam mendorong enam area perubahan pembangunan ZI, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, penguatan akuntabilitas, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan seleksi yang ketat, Lapas Wahai menargetkan terbentuknya tim solid yang mampu melahirkan inovasi layanan dan menjaga konsistensi tata kelola organisasi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah progresif tersebut. Menurutnya, persiapan sejak dini menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan ZI.
“Asesmen dan pembentukan tim Pembangunan ZI harus menjadi fondasi nyata dalam membangun budaya kerja berintegritas, bukan sekadar seremoni. Saya berharap Lapas Wahai terus meningkatkan kualitas pelayanan dan akuntabilitas agar target WBK 2026 dapat tercapai,” ujar Ricky.
Asesmen perdana pembentukan Tim Pembangunan ZI ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Lapas Wahai untuk mencetak kinerja unggul serta mempercepat terwujudnya institusi berintegritas menuju predikat WBK/WBBM.
