Ambon — Bertempat di Polsek Nusaniwe Selasa (11/11/2025) telah di gelar pertemuan warga/penghuni gedung spk kudamati dengan kementerian kesehatan dalam hal pemakaian gedung spk yang telah di huni dalam kurung waktu kurang lebih 20 tahun,Menurut Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, Dr. Betty A. Sahertian, S.Pd., M.Kes.,Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena hari ini adalah hari yang baik. Kami tidak menyangka pertemuan ini akan berakhir dengan manis, dan ini sesuai dengan harapan kami. Kami sangat percaya bahwa saudara-saudara kami memahami keberadaan mereka di sana dan turut mendukung upaya pemerintah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa di Maluku. Kami menyampaikan salut dan hormat kepada mereka, dan kami percaya mereka akan menyediakan tempat yang representatif untuk tinggal bersama, berdoa bersama, serta membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.Di tambahkan bahwa pertemuan ini sudah sejak Januari, kemudian Maret,kami sudah bertemu dengan Pak Kapolsek di bulan Juli. Kami bersyukur Pak Kapolsek dengan senang hati mengajak kami untuk melakukan mediasi. Mengenai jumlah pasti, para penghuni di SPK kudamati ini terus terang kami tidak tahu datanya, mungkin ada di RT.Kami berharap dan mohon Polsek untuk hal ini, semoga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.Kami percaya mereka para penghuni yang tinggal di Spk ini hanya karena tidak punya tempat tinggal akibat kerusuhan.Kami tidak mau membuat pernyataan apa-apa, tetapi kami sangat mengapresiasi polsek Nusaniwe,para tokoh agama,RT, Lurah,camat Nusaniwe dan danramil yang juga turut hadir dalam pertemuan yang di maksud,Kalau tidak ada langkah-langkah yang dibuat, mungkin hasilnya tidak seperti ini. Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada beliau beliau karena beliau bisa memediasi, dan beliau adalah orang yang luar biasa, termasuk Camat Nusaniwe,Lurah, jadi semua stakeholder yang betul-betul mendukung terjadinya mediasi.Kami sampaikan terima kepada para penghuni SPK kudamati yang dengan senang hati mau meninggalkan tempat SPK ini,lami dari Pihak Kemenkes akan buat surat pemberitahuan sebanyak 2 kali untuk warga/penghuni yang menempati gedung SPK milik kementerian kesehatan.”Pungkasnya,
Di kesempatan yang sama Kapolsek Nusaniwe,Johan Anakota menghimbau dalam pertemuan tersebut, mengingatkan para penghuni SPK Kudamati untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Ia menekankan bahwa semua orang adalah saudara dan harus menjaga kerukunan.Penghuni Asrama SPK Kudamati sepakat dan setuju untuk meninggalkan asrama tersebut karena memang milik pemerintah. Namun, mereka meminta waktu tambahan karena menjelang hari raya. Kementerian Kesehatan telah memberikan waktu hingga akhir Januari 2026 untuk mereka meninggalkan asrama tersebut,”Imbuhnya
