Wahai, –Suara Manise
Menyambut peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar aksi bakti sosial (baksos) berupa kegiatan bersih-bersih lingkungan yang difokuskan pada area eksternal, yakni tembok belakang di luar perimeter Lapas, Sabtu (11/4).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar, sekaligus bentuk sinergi antara Lapas Wahai dengan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah petugas Lapas Wahai bersama warga binaan yang menjalani program asimilasi turun langsung melakukan pembersihan. Fokus utama kegiatan meliputi pembersihan area tembok belakang bagian luar yang sebelumnya dipenuhi tanaman merambat liar dan semak belukar yang berpotensi mengganggu estetika serta keamanan perimeter.
Aksi tersebut dilakukan dengan memotong tanaman rambat, membersihkan akar yang menempel pada dinding, serta mengangkut sampah organik di sepanjang area pembatas luar
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan refleksi semangat HBP ke-62 yang menekankan produktivitas dan kepedulian sosial. Hal ini selaras dengan moto “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat” serta tema HBP 2026, “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”.
“Kami ingin memastikan area luar Lapas tetap bersih dan terawat. Tembok belakang sering kali terabaikan, sehingga tanaman merambat yang tumbuh liar kami bersihkan agar area ini terlihat rapi, bersih, dan aman. Ini juga merupakan bentuk pengabdian kami kepada lingkungan sekitar Wahai,” ungkap Tersih.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat pemasyarakatan yang semakin humanis dan inklusif.
“Baksos di luar tembok Lapas menunjukkan bahwa pemasyarakatan kini semakin peduli terhadap lingkungan. Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan Maluku, termasuk Lapas Wahai, yang terus proaktif dalam kegiatan bermasyarakat. Hal ini tentu memperkuat hubungan baik dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Aksi bersih-bersih ini juga disambut positif oleh masyarakat setempat. Ketua RT, Haidin Maba, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Lapas Wahai.
“Kami sangat berterima kasih. Tembok belakang sebelumnya sudah sangat rimbun dengan tanaman liar. Dengan adanya kegiatan ini, lingkungan menjadi lebih rapi, terang, dan tidak kumuh lagi. Hubungan Lapas dengan warga sekitar juga terjalin dengan baik,” ucapnya.
Rangkaian bakti sosial ini menjadi bagian dari berbagai agenda HBP ke-62 di Lapas Wahai, yang sebelumnya juga diisi dengan kegiatan pelayanan sosial di tempat ibadah serta pembukaan Porsenikab 2026.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Lapas Wahai tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam tembok, tetapi juga terus meningkatkan kepedulian dengan memberikan dampak positif bagi lingkungan di luar Lapas.
