Maluku –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan menggelar razia menyeluruh di blok hunian Warga Binaan. Kegiatan bertajuk “One Week One Raid” tersebut dilaksanakan bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Wahai, Sabtu (31/1) malam, sebagai langkah konsisten menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan kondusif.
Razia dimulai pukul 20.10 WIT dengan diawali penyisiran di sejumlah area vital Lapas. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi sistem pengamanan guna mengidentifikasi titik-titik rawan yang memerlukan pengawasan lebih intensif, khususnya selama periode Januari.
Pelaksanaan penggeledahan berlangsung tertib dan kondusif. Warga Binaan menunjukkan sikap kooperatif dengan mengikuti seluruh instruksi petugas. Hal ini mencerminkan pendekatan persuasif yang tetap dikedepankan meskipun razia dilakukan secara ketat, sekaligus menjadi modal positif dalam menyambut bulan Februari dengan situasi keamanan yang terkendali.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan secara detail di setiap kamar hunian. Sasaran razia tidak hanya difokuskan pada pencegahan peredaran narkotika dan kepemilikan handphone ilegal, tetapi juga menyasar instalasi listrik tidak sesuai standar yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang-barang terlarang maupun benda yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas Wahai.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa razia merupakan langkah tegas yang tidak bisa ditawar dalam memutus mata rantai pelanggaran di dalam Lapas.
“Kami tidak memberikan celah sedikit pun terhadap masuknya barang terlarang, terutama narkoba dan handphone. Sinergi dengan Polsek Wahai menjadi bukti bahwa pengawasan di Lapas Wahai dilakukan secara transparan, berlapis, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Polsek Wahai, Ajun Inspektur Polisi Dua M. Reza Sabban, mengapresiasi keterbukaan dan kerja sama yang terjalin dengan pihak Lapas. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat, tidak hanya dalam penggeledahan fisik, tetapi juga melalui pertukaran informasi terkait keamanan wilayah.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan razia tersebut. Ia menegaskan bahwa penggeledahan rutin merupakan bagian penting dari deteksi dini gangguan kamtib di seluruh Lapas dan Rutan di wilayah Maluku.
“Penggeledahan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah preventif agar lingkungan Pemasyarakatan tetap bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba. Saya berharap seluruh jajaran Pemasyarakatan di Maluku tetap menjaga kondisi yang kondusif,” ujarnya.
Kegiatan razia ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Razia berakhir dalam keadaan aman dan tertib, menandai komitmen kuat Lapas Wahai dalam menutup bulan Januari dengan kondisi keamanan dan ketertiban yang tetap terjaga.
