Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku secara resmi meluncurkan program edukasi dan sosialisasi bertajuk “GERAK Syariah” (Gerakan Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah). Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan masyarakat Maluku, mengingat masih rendahnya tingkat penggunaan produk dan layanan keuangan syariah di tingkat nasional.
Menurut data OJK, tingkat inklusi keuangan syariah secara nasional masih berada di kisaran 13 persen. Angka ini menjadi pendorong utama bagi OJK Maluku untuk terus berinovasi dalam upaya edukasi. “Tujuan utama kami adalah mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga percaya dan mulai memanfaatkan produk serta layanan yang tersedia,” ujar perwakilan OJK Maluku.
GERAK Syariah akan menyasar berbagai lapisan masyarakat melalui serangkaian kegiatan yang komprehensif. Mulai dari pelajar, santri di pondok pesantren, hingga kelompok ibu rumah tangga akan menjadi target utama program ini. Metode edukasi yang diterapkan meliputi kajian mendalam, diskusi interaktif, serta sosialisasi yang mudah dicerna tentang berbagai produk dan layanan keuangan syariah.
Selain pendekatan langsung, OJK Maluku juga akan memaksimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan konten edukatif. Kolaborasi erat dengan berbagai lembaga keuangan syariah, termasuk Pegadaian Syariah dan perbankan syariah, juga akan diperkuat untuk memperluas jangkauan literasi serta akses layanan keuangan syariah ke seluruh wilayah Maluku.
Diharapkan, melalui program GERAK Syariah ini, kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan syariah akan meningkat, sehingga dapat berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi syariah di daerah.Hal ini di sampaiykepala OJK Maluku Andi Yusuf di sela acara OJK Maluku bastori yang bertempat di res brightcafe karang panjang.Ambon(11/03/2026)
