Wahai, –Suara Manise
Upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Salah satunya melalui penataan serta pelabelan seluruh koleksi buku di perpustakaan Lapas agar lebih tertata dan mudah diakses.
Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Wahai, Jumat (13/3), melibatkan petugas bersama Warga Binaan dalam proses pengelompokan buku berdasarkan kategori. Penataan ini bertujuan menghadirkan ruang literasi yang lebih rapi, sistematis, serta mendukung proses pembelajaran di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa perpustakaan merupakan sarana penting dalam mendukung pembinaan intelektual dan pengembangan kepribadian Warga Binaan.
“Dengan adanya pelabelan buku berdasarkan kategori seperti keagamaan, keterampilan, dan pengetahuan umum, diharapkan Warga Binaan dapat lebih mudah menemukan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka,” jelasnya.
Menurut Tersih, perpustakaan yang tertata baik juga dapat mendorong peningkatan minat baca sekaligus menjadi sarana mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif.
“Melalui fasilitas ini, kami berharap Warga Binaan terus termotivasi untuk belajar serta menambah wawasan yang kelak bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Subseksi Pembinaan, Frans Tepal, yang memandu kegiatan tersebut mengatakan bahwa Warga Binaan turut diberikan pemahaman mengenai cara mengklasifikasikan buku.
“Kami memberikan penjelasan singkat tentang cara pengelompokan buku agar mereka memahami sistem pengelolaan perpustakaan. Dengan begitu, mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru,” ungkapnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial IK mengaku penataan tersebut sangat membantu dalam mencari buku yang diinginkan.
“Sekarang mencari buku jadi lebih mudah karena sudah ada labelnya. Kami juga jadi lebih semangat membaca karena pilihannya jelas,” ujarnya.
Melalui optimalisasi perpustakaan ini, Lapas Wahai berharap fasilitas literasi tersebut dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan karakter Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
