Wahai — Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai mengambil langkah progresif dalam mempersiapkan pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui studi tiru pengelolaan dapur ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taman Makmur yang dikelola Yayasan Bakul Sehat Sejahtera, Kamis (12/2). Kunjungan ini difokuskan pada pembelajaran standar higiene, sanitasi, serta manajemen operasional dapur sehat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan bahwa studi tiru tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan dapur MBG di Lapas Wahai memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
“Kami ingin memastikan Warga Binaan yang nantinya terlibat mampu menyajikan makanan yang berkualitas dan bergizi bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka sebagai bagian dari pembinaan kemandirian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Taman Makmur, Berlian Patrick Slarmanat menyambut baik kunjungan jajaran Lapas Wahai. Ia menyatakan pihaknya siap berbagi pengalaman terkait pengelolaan dapur, mulai dari manajemen sumber daya manusia hingga penerapan standar keamanan pangan.
“Melalui studi tiru ini kami berbagi praktik terbaik agar standar operasional SPPG Taman Makmur dapat direplikasi secara optimal di Lapas Wahai,” katanya.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah percepatan pembangunan dapur sehat di Lapas dan Rutan, khususnya di wilayah Maluku yang telah ditunjuk sebagai pelaksana program.
Menurutnya, Lapas Wahai perlu beradaptasi dan bertransformasi mengikuti standar SPPG guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan gizi bagi penerima manfaat. Program ini juga menjadi bagian dari agenda strategis kementerian dalam pembangunan dapur sehat berbasis pemberdayaan Warga Binaan yang tersertifikasi.
Melalui studi tiru ini, Lapas Wahai berkomitmen menerapkan sistem kerja profesional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Lapas Wahai—satu dari dua Lapas di Maluku yang masuk gelombang pertama implementasi—untuk menyukseskan program MBG sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan bagi masyarakat.
