Ambon, – Suara Manise

LPKA Kelas II Ambon terus memperkuat komitmennya mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pengembangan kemandirian pangan bagi anak binaan. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman kangkung dan pakcoy menggunakan media polybag bersama Lembaga ADAB, Sabtu (21/1).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIT di lahan perkebunan LPKA ini melibatkan anak binaan secara aktif. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan pertanian berkelanjutan, yang tidak hanya berfokus pada bimbingan kerohanian dan pendampingan psikologis, tetapi juga penguatan keterampilan praktis sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Kepala LPKA Ambon, Kurniawan Wawondos, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan kemandirian.

“Melalui program pertanian ini, kami ingin memastikan anak binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal hidup. Ini bagian dari dukungan kami terhadap 15 Program Aksi, khususnya dalam penguatan kemandirian dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, diawali fermentasi media tanah selama 14 hari untuk meningkatkan kesuburan, dilanjutkan penyemaian bibit selama 14 hari. Setelah itu, bibit kangkung dan pakcoy dipindahkan ke polybag yang telah disiapkan untuk dirawat hingga masa panen.

Pimpinan kegiatan dari Lembaga ADAB, Max Wenno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pembinaan sebelumnya.

“Anak binaan bukan hanya didampingi secara rohani dan psikologis, tetapi juga dibekali keterampilan pertanian. Harapan kami, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah punya pengetahuan dan pengalaman untuk mandiri,” jelasnya.

Salah satu anak binaan berinisial A.R. juga mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami jadi tahu cara menanam dari awal sampai pindah ke polybag. Ini pengalaman baru dan sangat bermanfaat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Ambon menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian berkelanjutan sebagai bekal masa depan anak binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *