Namlea,– Suara Manise
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea meningkatkan kewaspadaan melalui langkah deteksi dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib). Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar razia blok hunian serta tes urin bagi petugas dan warga binaan pada Rabu (11/3).
Kepala Subseksi Kamtib Lapas Namlea, Heriyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mensterilkan lingkungan lapas dari berbagai potensi gangguan keamanan, terutama penyelundupan barang terlarang.
“Kami perlu mensterilkan setiap blok hunian dan fasilitas di dalam lapas dari barang-barang berbahaya. Karena itu razia ini dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtib,” ujar Heriyanto.
Razia yang berlangsung selama satu jam tersebut kemudian dilanjutkan dengan tes urin secara acak terhadap sejumlah pegawai dan warga binaan. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa barang yang berpotensi disalahgunakan seperti pisau cukur, korek api, sendok, silet, serta botol parfum berbahan kaca.
Meski demikian, Heriyanto menegaskan tidak ditemukan narkoba maupun telepon genggam dalam razia tersebut. Hasil tes urin yang dilakukan secara acak juga menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa negatif dari penyalahgunaan narkotika.
“Narkoba dan handphone nihil kami temukan. Begitu juga hasil tes urin secara acak menunjukkan baik petugas maupun warga binaan bebas dari penyalahgunaan zat terlarang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan kegiatan ini juga merupakan bagian dari langkah deteksi dini menjelang masa cuti bersama pada pertengahan hingga akhir Maret mendatang.
Menurutnya, aspek pengamanan harus dipastikan berjalan optimal sebelum memasuki masa libur agar kondisi lapas tetap aman dan kondusif.
“Minggu depan kita sudah memasuki masa libur. Karena itu kami memastikan kondisi lapas tetap aman. Selain razia dan tes urin, pengamanan juga diperkuat melalui patroli rutin, pengetatan pemeriksaan pengunjung, serta peningkatan sistem pengawasan dan deteksi dini,” tuturnya
