Namlea, – Suara Manise

Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea mengirimkan lima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bekerja sama dengan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan LAN Makassar, Sabtu (21/2).

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan diikuti sebanyak 200 peserta yang terbagi dalam lima angkatan dari Unit Pelaksana Teknis Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku dan Maluku Utara. Lima CPNS Lapas Namlea tergabung dalam Angkatan LXII dan akan menjalani rangkaian Latsar mulai Februari hingga Mei 2026.

Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Namlea, Yullian H. Tomasoa, menjelaskan bahwa seluruh CPNS yang mengikuti Latsar telah dibebastugaskan sementara dari tugas rutin pengamanan agar dapat fokus penuh menyelesaikan tahapan pelatihan.

“Kelima CPNS ini kami bebastugaskan sementara dari tugas pengamanan. Mereka akan fokus mengikuti seluruh rangkaian Latsar secara daring sampai selesai. Ini bagian dari investasi SDM jangka panjang,” jelas Yullian.

Ia menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas administratif, tetapi proses pembentukan karakter dan penguatan kompetensi dasar sebagai aparatur sipil negara.

Tahapan pelatihan dibagi dalam beberapa fase, yakni pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC), distance learning tahap pertama, seminar rancangan aktualisasi, aktualisasi di tempat kerja, distance learning tahap kedua, hingga seminar pelaksanaan aktualisasi. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan teknis, manajerial, serta pemahaman nilai dasar ASN.

Salah satu CPNS, Brayen Persulima, menyatakan kesiapan dan komitmennya mengikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh.

“Kami siap mengikuti setiap tahapan dengan disiplin dan bertekad menyelesaikannya dengan hasil yang memuaskan. Ini kesempatan penting untuk belajar dan membentuk diri sebagai ASN yang profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa Latsar merupakan tahapan wajib sebelum CPNS resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Latsar adalah fondasi awal pembentukan ASN. Melalui pelatihan ini, CPNS dipersiapkan menjadi pegawai yang profesional, memahami nilai dasar aparatur sipil negara, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” tutur Marasabessy.

Ia berharap kelima CPNS tersebut mampu menyerap seluruh materi yang diberikan dan mengimplementasikannya dalam tugas sehari-hari, khususnya dalam mendukung fungsi pengamanan dan pembinaan di Lapas Namlea.

Dengan keikutsertaan dalam Latsar ini, Lapas Namlea menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *