AMBON – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Ambon terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan literasi keuangan di tengah maraknya kejahatan berbasis teknologi yang menyasar masyarakat. Edukasi masif dilakukan hingga ke lapisan masyarakat terbawah guna membentengi nasabah dari ancaman penipuan digital yang kian canggih.
Manajer Funding dan Transaksional BRI Cabang Ambon, Ali Said Ambar, menyatakan bahwa literasi keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas perbankan yang dijalankan secara berkelanjutan. “Setiap program OJK biasanya kami ikut terlibat langsung. OJK melakukan pengawasan dan edukasi, sementara kami di perbankan turun ke lapangan mendampingi masyarakat,” ujarnya.
BRI Ambon juga aktif mendorong pemanfaatan QRIS sebagai bagian dari program Bank Indonesia dalam memperluas transaksi non-tunai yang aman dan efisien. Selain memudahkan, QRIS dinilai mampu meminimalisir risiko penyimpanan uang tunai, khususnya bagi pelaku usaha.
“Edukasi literasi keuangan tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi formal, tetapi juga lewat pendekatan langsung oleh Agen BRILink yang tersebar luas hingga ke pelosok daerah,” kata Said.
Dengan edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi yang aman, BRI Cabang Ambon berkomitmen membangun masyarakat yang cerdas finansial, waspada digital, dan percaya diri dalam bertransaksi.”Pungkasnya di sela kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).
