Suaramanise.com Ambon — Memasuki hari-hari awal Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada Warga Binaan. Melalui program Perawatan Keliling (Perling), petugas kesehatan rutin menyambangi blok hunian untuk memastikan kondisi fisik para Warga Binaan tetap prima di awal pelaksanaan ibadah puasa, Jumat (20/2).
Program Perling menjadi langkah preventif sekaligus responsif dalam menjaga stabilitas kesehatan para Warga Binaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, pemantauan kondisi umum, konsultasi keluhan ringan, hingga pemberian vitamin bagi yang membutuhkan. Tak hanya itu, petugas juga memberikan edukasi terkait pola makan sehat saat sahur dan berbuka guna mencegah gangguan kesehatan selama berpuasa.
Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa intensitas pemantauan ditingkatkan pada pekan pertama Ramadan. Menurutnya, fase awal puasa menjadi momen adaptasi tubuh yang perlu diawasi secara cermat.
“Di awal puasa ini, kami lebih intens melakukan pemantauan. Selain pemeriksaan dasar, kami juga memberikan edukasi agar Warga Binaan menjaga asupan nutrisi saat sahur dan berbuka sehingga kondisi tubuh tetap stabil selama Ramadan,” jelas Fitri.
Salah satu Warga Binaan berinisial SP mengaku merasa terbantu dengan kehadiran langsung petugas kesehatan di blok hunian. Ia menilai pelayanan tersebut memberikan rasa aman dan perhatian yang nyata dari pihak lapas.
“Kami merasa diperhatikan karena petugas datang langsung ke blok untuk memeriksa kesehatan kami. Jadi, kami lebih siap dan tenang menjalani ibadah,” ungkapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa layanan kesehatan merupakan bagian integral dari pembinaan sekaligus pemenuhan hak dasar Warga Binaan. Ia menyebut, pendekatan humanis menjadi prinsip utama dalam setiap pelayanan yang diberikan.
“Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas. Di awal Ramadan ini, kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan menjalankan ibadah puasa dalam kondisi yang prima. Perling menjadi wujud pelayanan yang humanis dan berkesinambungan,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai konsistensi pelaksanaan Perling menunjukkan komitmen kuat jajaran pemasyarakatan dalam memenuhi hak kesehatan Warga Binaan, terlebih pada momentum keagamaan seperti Ramadan.
“Pelayanan kesehatan adalah hak dasar Warga Binaan. Saya mengapresiasi Lapas Wahai yang tetap aktif menghadirkan program Perling, terutama di momen awal Ramadan ini,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Perling yang berkesinambungan, Lapas Wahai berharap seluruh Warga Binaan dapat menjalani ibadah puasa dengan sehat, aman, dan tetap semangat mengikuti seluruh program pembinaan yang telah dijadwalkan selama Ramadan..(MP)
