Ambon,–Suara Manise
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan bagi Anak Binaan dengan memfasilitasi kegiatan belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang membahas klasifikasi makhluk hidup, Sabtu (11/4).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas LPKA Ambon ini dibawakan oleh Wasty Tarpono, peserta magang Batch 3 dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Dalam sesi pembelajaran tersebut, Anak Binaan diajak memahami karakteristik makhluk hidup serta interaksinya dengan lingkungan secara interaktif.
Metode pembelajaran yang digunakan dirancang aplikatif agar para peserta didik mampu memahami peran diri dan lingkungan sekitar, sejalan dengan kurikulum pendidikan kesetaraan Paket C yang diterapkan di LPKA Ambon.
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Kurniawan Wawondos, menegaskan pentingnya penyajian materi yang relevan dan berkualitas guna menjaga standar pendidikan di dalam lembaga.
“LPKA Ambon berkomitmen agar setiap Anak Binaan mendapatkan kualitas pengajaran yang setara dengan sekolah formal. Materi mengenai makhluk hidup ini penting untuk membangun kesadaran terhadap lingkungan sekaligus memastikan hak intelektual mereka terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wasty Tarpono menjelaskan bahwa pemilihan topik klasifikasi makhluk hidup bertujuan untuk mendorong daya kritis Anak Binaan terhadap fenomena biologi di kehidupan sehari-hari.
“Hari ini kami fokus pada ciri-ciri dan penggolongan makhluk hidup. Saya melihat potensi besar pada Anak Binaan di LPKA Ambon; mereka sangat kritis dalam bertanya dan cepat memahami materi,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu Anak Binaan berinisial RS mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.
“Awalnya saya pikir belajar tentang makhluk hidup itu membosankan, tapi ternyata seru karena dijelaskan bagaimana manusia, hewan, dan tumbuhan saling membutuhkan. Ini menambah ilmu kami di sini,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin LPKA Ambon dalam membekali Anak Binaan dengan pengetahuan akademis yang memadai, sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun berbaur kembali di tengah masyarakat.
