(M.L)Namlea — Upaya memperkuat sinergi antarinstansi di wilayah Kabupaten Buru terus digalakkan. Hal ini tercermin dari kunjungan jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea pada Minggu (15/2). Rombongan dipimpin langsung Kepala Kanim Ambon, Eben Rifqy Taufan, dan disambut hangat oleh Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, beserta jajaran.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan. Kalapas Namlea menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kerja antarunit pelaksana teknis yang berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi secara optimal.

Dalam kesempatan itu, Marasabessy menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kanim Ambon yang menyempatkan diri berkunjung ke Lapas Namlea. Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama berkelanjutan, baik dalam aspek pengamanan, pelayanan publik, maupun pembinaan warga binaan.

Selain bersilaturahmi, rombongan Kanim Ambon juga meninjau langsung kondisi lingkungan lapas. Salah satu fokus kunjungan adalah Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) pertanian yang menjadi wadah pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Peninjauan ini memberikan gambaran mengenai program pembinaan produktif yang tengah dikembangkan Lapas Namlea untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.

Kepala Kanim Ambon, Eben Rifqy Taufan, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan yang pertama sejak dirinya menjalankan tugas di Ambon. Ia menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari rangkaian agenda kerja di Kabupaten Buru setelah pelaksanaan sejumlah kegiatan keimigrasian, termasuk Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA).

Menurut Eben, membangun jejaring dan kolaborasi antarinstansi menjadi langkah strategis dalam menciptakan koordinasi yang solid di daerah. Ia berharap hubungan baik antara Kanim Ambon dan Lapas Namlea dapat terus terjalin demi mendukung kinerja kelembagaan serta pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan diskusi singkat dan ramah tamah antara kedua pihak. Kunjungan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta mendorong terciptanya sistem kerja yang harmonis antarinstansi di wilayah Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *