Ambon — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku memperketat pengawasan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon melalui razia dan inspeksi mendadak (sidak) pada blok hunian warga binaan, Rabu malam (4/2).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Fifi Firda, ini menjadi langkah konkret memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Razia yang dimulai pukul 21.00 WIT difokuskan pada Blok Bougenville sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam penguatan sistem pengamanan serta pencegahan peredaran barang terlarang di dalam rutan dan lapas.
Penggeledahan dilakukan oleh Kepala Rutan Kelas IIA Ambon bersama jajaran dengan dukungan aparat penegak hukum, yakni personel Raider 733 Masariku, Polsek Baguala, dan Bhabinkamtibmas Desa Waiheru. Seluruh proses berjalan profesional dan humanis sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengamanan Pemasyarakatan, mulai dari pemeriksaan badan dan kamar hunian hingga pendokumentasian hasil kegiatan, tanpa mengabaikan hak-hak warga binaan.
Dalam razia tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang, antara lain pisau cukur, silet, korek api, pinset, kaleng, cermin, jepit kuku, kartu, tali nilon, paku, serta plastik obat. Seluruh barang temuan langsung didata dan diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Fifi Firda menegaskan razia insidentil merupakan implementasi kebijakan pimpinan pusat dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Razia ini adalah langkah konkret penguatan deteksi dini. Seluruh jajaran wajib meningkatkan kewaspadaan dan konsisten menjalankan pengamanan sesuai SOP guna mewujudkan rutan dan lapas yang aman serta tertib,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan menekankan zero tolerance terhadap peredaran barang terlarang di dalam rutan dan lapas, serta pentingnya pelaksanaan razia rutin dan insidentil dengan pendekatan profesional dan humanis.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Yudy Rizaldy, menyatakan pihaknya berkomitmen memperkuat pengawasan dan menjaga konsistensi pelaksanaan SOP pengamanan.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan melalui razia rutin maupun insidentil demi menciptakan rutan yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Bhabinkamtibmas Desa Waiheru, Taufik, yang menegaskan kesiapan bersinergi menjaga stabilitas keamanan.
Menurutnya, razia menjadi langkah preventif penting dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Hasil razia dilaporkan kepada pimpinan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pengamanan di lingkungan pemasyarakatan.
