Ambon – Komisi IV DPRD Provinsi Maluku menjadwalkan pelaksanaan pengawasan tahap pertama ke sejumlah kabupaten/kota di Maluku, yang akan berlangsung sejak awal Februari hingga 1 Maret 2026. Pengawasan ini difokuskan pada sektor pendidikan, dengan perhatian khusus pada persoalan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) yang selama ini menjadi perhatian publik.

Informasi ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saoda Tethool, kepada wartawan di kantor DPRD Provinsi Maluku pada Senin (2/2/2026). Menurutnya, agenda pengawasan akan diawali di Kabupaten Maluku Tengah pada 3–6 Februari 2026.

“Setelah Maluku Tengah, pengawasan dilanjutkan ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada 8 sampai 11 Februari, kemudian ke Kota Tual pada 13 Februari, dan selanjutnya ke Kabupaten Buru Selatan dari tanggal 13 hingga 18 Februari,” ujar Saoda.

Ia menambahkan bahwa pengawasan tahap pertama akan ditutup dengan kunjungan ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2026. Lamanya waktu pengawasan di beberapa daerah, khususnya di Kepulauan Tanimbar, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.

“Di KKT itu pengawasan dilakukan selama enam hari, sehingga seluruh rangkaian pengawasan tahap pertama ditargetkan rampung pada 1 Maret,” jelasnya.

Saoda menegaskan bahwa hasil pengawasan akan disampaikan kepada publik setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Sebagian besar program kerja Komisi IV berkaitan langsung dengan Dinas Pendidikan, dan pengawasan ini juga bertujuan untuk mengkonfirmasi langsung ke sekolah-sekolah terkait pemberian TPP.

“Harapannya, bisa terbangun koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan Dinas Pendidikan,” katanya.

Menurut Saoda, persoalan TPP guru kerap menimbulkan polemik dengan saling menyalahkan antara sekolah dan dinas terkait. Oleh karena itu, Komisi IV ingin memfasilitasi dialog bersama guna mencari solusi yang tepat.

“Supaya tidak lagi dinas dipersalahkan atau sekolah dipersalahkan. Kita duduk bersama mencari solusi atas persoalan TPP guru yang selama ini selalu menjadi berita hangat di media,” pungkasnya.(ulen P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *