Maluku — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku terus melakukan terobosan dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong pembentukan galeriproduk UMKM sebagai media pemasaran dan promosi hasil karya WBP di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan wilayah Ambon.Upaya tersebut ditindaklanjuti melalui kegiatan koordinasi bersama Lapas Kelas IIA Ambon, Lapas Perempuan (LPP) Kelas III Ambon, dan Rutan Kelas IIA Ambon yang dilaksanakan pada Selasa (3/2). Koordinasi ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku, Fifi Firda, dan berlangsung mulai pukul 11.00 WIT di masing-masing UPT Pemasyarakatan.Kegiatan koordinasi difokuskan pada pemetaan kesiapan sarana, penentuan konsep galeri, serta penyelarasan peran UPT dalam menampilkan produk unggulan hasil pembinaan kemandirian WBP. Galeri UMKM direncanakan menjadi etalase resmi yang menampilkan produk bernilai ekonomi sekaligus mencerminkan keberhasilan program pembinaan pemasyarakatan.Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian WBP harus didukung dengan akses pemasaran yang jelas agar memberikan dampak nyata bagi WBP.“Pembinaan tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga bagaimana produk tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan. Galeri UMKM menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan hasil karya WBP kepada masyarakat luas,” tegas Ricky.Ia menambahkan bahwa keberadaan galeri juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif pemasyarakatan, sekaligus mendukung pelaksanaan Program Aksi Pemasyarakatan yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku, Fifi Firda, menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan langkah awal dalam menciptakan sistem pemasaran produk WBP yang lebih terstruktur.“Kami mendorong seluruh UPT agar memiliki galeri produk UMKM yang representatif. Selain sebagai sarana promosi, galeri ini juga menjadi ruang apresiasi atas karya dan kreativitas WBP selama mengikuti pembinaan,” ujarnya.Dukungan penuh terhadap rencana tersebut juga disampaikan oleh para Kepala UPT Pemasyarakatan di wilayah Ambon. Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti arahan Kanwil Ditjenpas Maluku.“Penyediaan galeri produk UMKM akan kami dukung sepenuhnya sebagai bagian dari penguatan pembinaan kemandirian. Produk unggulan WBP siap kami tampilkan sebagai bukti keberhasilan program pembinaan,” ungkapnya.Hal senada disampaikan Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Yudy Rizaldy, yang menilai galeri UMKM mampu meningkatkan semangat dan rasa percaya diri WBP.“WBP akan lebih termotivasi untuk berkarya karena hasil pembinaannya dapat dipamerkan dan memiliki nilai jual. Ini berdampak positif terhadap proses pembinaan,” jelas Yudy.Sementara itu, Kepala LPP Kelas III Ambon, Hesta van Harling, menambahkan bahwa galeri UMKM juga menjadi sarana transparansi kepada publik“Melalui galeri ini, masyarakat dapat melihat secara langsung hasil pembinaan yang dilaksanakan di pemasyarakatan, sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.Dengan adanya koordinasi ini, Kanwil Ditjenpas Maluku berharap penyediaan galeri produk UMKM hasil karya WBP dapat segera diwujudkan dan menjadi sarana pemasaran yang efektif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan kemandirian, meningkatkan nilai ekonomi produk WBP, serta mendukung keberhasilan Program Aksi Pemasyarakatan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *