Wahai — Suara Manise.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan hunian Warga Binaan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui razia penggeledahan mendadak di kamar hunian yang melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1502-05 Wahai, Sabtu (24/1).

Razia difokuskan pada penyisiran barang-barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan kamtib, seperti handphone, narkoba, senjata tajam, serta benda logam lain yang dilarang berada di dalam blok hunian.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan bahwa pelibatan unsur TNI merupakan bentuk sinergi lintas sektor sekaligus upaya memastikan transparansi dan penguatan pengamanan selama pelaksanaan penggeledahan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari deteksi dini gangguan kamtib. Kami bersinergi dengan Babinsa untuk memastikan lingkungan Lapas benar-benar steril dari barang-barang terlarang. Ini juga menjadi komitmen kami dalam mewujudkan Lapas Wahai yang bersih dan aman,” ujar Tersih.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap setiap kamar hunian dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada Warga Binaan. Seluruh sudut ruangan, mulai dari tempat tidur hingga lemari pakaian, diperiksa secara menyeluruh.

Sementara itu, Babinsa Koramil 1502-05 Wahai, Sersan Kepala (Serka) Hamim Baadia, menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung Lapas dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya pada objek vital Pemasyarakatan.

“Kami hadir untuk memastikan proses penggeledahan berjalan aman dan tertib. Sinergitas ini penting agar stabilitas keamanan di wilayah Wahai, khususnya di dalam Lapas, tetap terjaga dengan baik,” ungkap Hamim.

Dari hasil razia tersebut, petugas gabungan menemukan dan menyita sejumlah barang yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtib, di antaranya dua buah korek api dan satu buah klem paku. Seluruh barang hasil penggeledahan didata dan akan dimusnahkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain penggeledahan, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada Warga Binaan agar senantiasa mematuhi tata tertib selama menjalani masa pidana.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Lapas Wahai dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Langkah yang dilakukan Lapas Wahai bersama Babinsa merupakan bukti komitmen dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari halinar (handphone, pungli, dan narkoba). Saya instruksikan agar penggeledahan seperti ini terus dilakukan secara berkala dan terukur. Kehadiran unsur TNI memberikan dukungan moril sekaligus memastikan aturan ditegakkan secara tegas tanpa kompromi,” tegas Ricky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *