Ambon — Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny, mengungkapkan bahwa pendistribusian beras ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengalami hambatan akibat cuaca ekstrim yang tidak terduga. Stok beras masih berada di gudang Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
“Kita sudah memberikan peringatan sejak awal pada saat RDP pertama dengan BULOG, agar mulai mendistribusikan seluruh bahan pangan ke Maluku Barat Daya sejak bulan November,” kata Laipeny.
Faktor lain yang memperparah kendala adalah tidak adanya gudang penyimpanan di Maluku Barat Daya, tidak ada pelaku usaha lokal yang terlibat dalam pengelolaan beras, dan anggaran pemerintah daerah yang terbatas.
Untuk mengantisipasi masalah serupa, Komisi II meminta BULOG melakukan survei di tiga titik strategis untuk membangun gudang penyimpanan skala kecil. “Tujuan survei adalah untuk mengatasi risiko cuaca buruk dan memastikan ketersediaan pangan di Maluku Barat Daya,”pungkasnya pada awak media kamis(15/01/2026)…(**)
