AMBON – Suasana di Pelabuhan Lokal Slamet Riyadi Ambon terasa ramai dan penuh harapan pada Senin (15/12/2025). Ribuan orang yang membawa koper dan tas berisi oleh-oleh berkumpul, menanti momen pelepasan program mudik gratis rute Ambon–Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) – sebuah kemudahan yang dinantikan setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru.
Bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan RI dan PT Pelayaran Dharma Indah (PDI), Pemerintah Provinsi Maluku kembali melaksanakan program yang dianggap sebagai “jembatan kasih” bagi masyarakat yang ingin pulang kampung bersama keluarga. Hadir dalam acara tersebut berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petugas pelabuhan, pengelola kapal, hingga perwakilan pemerintah.
Kuota Menurun, Tapi Harapan Tetap Terasa
Salah satu poin yang mencolok tahun ini adalah penurunan kuota tiket gratis. Seperti diungkapkan Direktur Utama PT Pelayaran Dharma Indah, Johny de Queljoe alias Siong, kuota yang sebelumnya mencapai 8.000–8.500 tiket tahun lalu kini hanya tersedia 4.256 tiket, dengan sekitar 4.000 lebih dialokasikan untuk warga Pulau Ambon. Penurunan ini disebabkan oleh efisiensi anggaran yang harus dilakukan.
“Ya, memang sedih karena tidak semua yang ingin ikut bisa dapet tiket. Tapi kami tetap berterima kasih karena program ini masih berjalan,” ujar Siti, seorang warga Ambon yang berhasil mendapatkan tiket untuk pulang ke Buru. Ia mengaku sudah menunggu program ini selama setahun untuk bertemu dengan orang tua.
Johny juga menekankan bahwa transportasi laut merupakan urat nadi bagi Maluku sebagai daerah kepulauan. “Kita harap ke depan, Pemprov bisa mengusulkan penambahan kuota dan armada, sehingga lebih banyak masyarakat – terutama mahasiswa dan warga kurang mampu – bisa menikmati fasilitas ini,” katanya.
Keselamatan Sebagai Prioritas Utama
Selain kuota, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Kepala Kantor KSOP Kelas I Ambon, Capt. Mochamad Abduh, menyatakan bahwa seluruh proses keberangkatan akan diawasi ketat. Mulai dari pemeriksaan kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan, hingga pengawasan jumlah penumpang yang tidak melebihi kapasitas.
“Kami tidak mau mengorbankan keselamatan demi kuantitas. Setiap kapal yang beroperasi harus memenuhi standar, sehingga perjalanan peserta mudik bisa aman sampai tujuan,” jelasnya.
Mudik Sebagai “Perjalanan Batin”
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan program ini. Ia menyatakan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk mempererat kasih, persaudaraan, dan kebersamaan.
“Program ini adalah wujud nyata bahwa pemerintah ada di tengah masyarakat, menjamin akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ujar Gubernur. Ia juga mengimbau peserta mudik untuk mematuhi aturan petugas dan meminta operator transportasi memberikan pelayanan terbaik.
Menutup acara, Gubernur mengucapkan selamat mengikuti mudik gratis, selamat merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta berharap perayaan tersebut membawa damai, sukacita, dan harapan baru bagi seluruh masyarakat Maluku.
Di tengah penurunan kuota, semangat masyarakat untuk pulang kampung tetap terasa kuat. Bagi banyak orang, program mudik gratis bukan hanya fasilitas, tetapi juga harapan untuk merayakan hari raya dengan orang tersayang.
