0-0x0-0-0#

Kota Ambon – PT Pertamina Patra niaga integrated Wayame (Persero) memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal 2025, Tahun Baru 2026, dan bulan Ramadhan Februari 2026.

Komisaris PT Pertamina International Shipping, Michael Wattimena, menyatakan bahwa stok BBM saat ini berada di atas 10 hari, yang dianggap sangat aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode libur panjang dan hari raya.

“Pertalite, Pertamax, dan produk lainnya aman dari berbagai aspek,” kata Wattimena saat melakukan kunjungan kerja ke Integrated Terminal BBM Wayame, Ambon, Sabtu (15/11/2025).

Wattimena juga menanggapi isu terkait tumpahan oli di Teluk Ambon, dengan menyatakan bahwa Pertamina telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan mendorong investigasi menyeluruh.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kapal-kapal Pertamina telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ditemukan indikasi pembuangan oli dari armada Pertamina,” jelasnya.

Pertamina juga mengantisipasi lonjakan permintaan minyak tanah menjelang Natal dan Tahun Baru, serta melakukan pengawasan intensif terhadap potensi penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Di kesempatan yang sama Manajer Integrated Terminal Wayame, Novi Prasetyo, menambahkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi dengan melakukan koordinasi intensif dengan pusat dan penjadwalan kapal yang ketat.

Pertamina juga berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di Maluku melalui program BBM Satu Harga, yang memastikan masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di kota besar.

“Pertamina tidak menentukan harga sendiri. Kami mengikuti ketentuan pemerintah. BBM Satu Harga adalah bentuk kontribusi kami menjaga stabilitas ekonomi,” jelas Novi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *