Namlea, – Suara Manise

Sebanyak 200 benih ikan varian lele dumbo mulai dibudidayakan di kolam baru milik Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea. Penebaran benih ini menandai dimulainya pengembangan klaster perikanan baru yang diproyeksikan menjadi salah satu produk unggulan program pembinaan di dalam lapas, Jumat (13/2).

Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menjelaskan benih yang ditebar di kolam seluas 8 meter persegi tersebut merupakan jenis lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diperoleh dari petani lele lokal berpengalaman. Dengan penambahan ini, total populasi lele di kolam mencapai 204 ekor.

“Benih kami peroleh dari petani yang telah berpengalaman dalam budidaya lele. Tidak semua jenis lele bisa berkembang optimal, karena dipengaruhi faktor lingkungan, spesies, dan kesesuaian habitat,” ujar Mustafa.

Pengelolaan budidaya lele dipercayakan kepada warga binaan yang tergabung dalam Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), yang sebelumnya aktif mengembangkan budidaya ikan nila. Penempatan kolam lele dibuat berdekatan dengan kolam nila agar memudahkan perawatan dan pengawasan.

“Jika kondisi dan faktor pendukungnya baik, masa panen lele diperkirakan bisa dicapai dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa budidaya lele menjadi klaster pembinaan baru di sektor perikanan, melengkapi program budidaya ikan nila dengan sistem bioflok yang telah berjalan. Diversifikasi budidaya ikan air tawar ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan.

“Pada tahun ini kami menargetkan penambahan klaster budidaya baru, yakni ikan lele, sesuai arahan Menteri untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui kegiatan pembinaan yang produktif, kreatif, dan mendukung program nasional,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *