Namlea,– Suara Manise

Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menunjukkan hasil nyata. Pada Kamis (19/2), jajaran Lapas bersama warga binaan melaksanakan panen sayuran sawi dan kangkung di lahan pertanian yang dikelola di dalam area lapas.

Panen dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin. Dari lahan seluas 984 meter persegi yang memanfaatkan area kosong di sekitar blok hunian, warga binaan berhasil memanen sebanyak 120 ikat sawi dan 150 ikat kangkung cabut setelah melalui masa tanam kurang lebih 45 hari.

Mustafa menjelaskan bahwa kegiatan pertanian tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten diterapkan di Lapas Namlea. Melalui kegiatan bercocok tanam, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

“Pertanian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang kami programkan. Warga binaan kami ajarkan mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen. Harapannya, mereka memiliki bekal keterampilan di bidang agribisnis,” ungkap Mustafa.

Ia menambahkan bahwa pembinaan yang berkelanjutan ini bertujuan membentuk karakter warga binaan agar lebih produktif dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan kemampuan yang bernilai ekonomi.

Senada dengan itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa pembinaan berbasis pertanian merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Optimalisasi lahan idle atau lahan tidur di dalam lingkungan lapas menjadi langkah konkret untuk mendukung program tersebut.

“Lapas Namlea berkomitmen menciptakan warga binaan yang produktif. Seluruh lahan yang tersedia kami manfaatkan secara maksimal agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Melalui program ini, Lapas Namlea tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan kepribadian, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga binaan sebagai bekal kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *